Konsep Ilmu
Budaya Dasar dalam Kesusastraan
PEMBAHASAN
A. PENDEKATAN KESUSASTRAAN
Sastra Dalam Pengertian Umum
Sastra (Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta
‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari
kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti
“alat” atau “sarana”.
Sastra dibagi menjadi 2 yaitu Prosa
dan Puisi, Prosa adalah karya sastra yang tidak terikat sedangkan Puisi adalah
karya sastra yang terikat dengan kaidah dan aturan tertentu. Contoh karya
Sastra Puisi yaitu Puisi, Pantun, dan Syair sedangkan contoh karya sastra
Prosa yaitu Novel, Cerita/Cerpen, dan Drama.
Pengertian
Sastra Menurut Para Ahli
v Mursal Esten
(1978 : 9)
Sastra atau Kesusastraan adalah
pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan
manusia. (dan masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang
positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).
v Ahmad Badrun
(1983 : 16)
Kesusastraan adalah kegiatan seni
yang mempergunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alai, dan
bersifat imajinatif.
v Eagleton
(1988 : 4)
Sastra adalah karya tulisan yang
halus (belle letters) adalah karya yang mencatatkan bentuk bahasa. harian dalam
berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan,
dipanjangtipiskan dan diterbalikkan, dijadikan gaji
PENGERTIAN SENI
Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan
sinonim dari ilmu. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan
manusia yang mengandung unsur keindahan.
Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai.
Sekalipun demikian, banyak seniman
mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman
sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk
(seperti bakung yang bermakna kematian dan mawar merah yang berarti cinta).
Seni menurut media yang digunakan terbagi 3 yaitu :
Seni yang dapat dinikmati melalui
media pendengaran atau (video art), misalnya seni musik, seni suara,dan seni
sastra, puisi dan pantun
Seni yang dinikmati dengan media
penglihatan (Visual Art)) misalnya lukisan, poster, seni bangunan, seni gerak
beladiri dan sebagainya.
Seni yang dinikmati melalui media
penglihatan dan pendengaran (audio visual art) misalnya pertunjukan musik,
pagelaran wayang, film.
PERANAN SASTRA
Prosa, puisi, lakon, skenario,
skripsi, risalah ilmiah, esei, kolom, berita, surat, proposal, catatan harian,
laporan, pandangan mata, pidato, ceramah, transkripsi percakapan, wawancara,
iklam, propaganda, doa dan sebagainya semuanya jadi termasuk sastra, karena
mempergunakan bahasa.
Bagaimana dengan puisi dan prosa
yang merupakan bagian dari kesusastraan (baca: sastra yang indah). Apakah puisi
dan prosa juga berguna bagi semua mahasiswa, sehingga bukan saja jurusan bahasa
dan sastra tapi juga jurusan sosial, ekonomi dan eksakta berkepentingan
mengkaji sastra?
Hal tersebut dimungkinkan, karena
pelajaran kesusastraan tak lebih dari hapalan bentuk-bentuk kesusastraan,
riwayat hidup pengarang, judul karya dan sinopsis buku-buku wajib baca. Tak
pernah ditelusuri secara mendalam (gurunya tak ada yang terdidik ke arah itu)
hakekat kesusastraan itu kaitannya dengan berbagai pemikiran yang ada dalam
kehidupan. Dokter Zhivago karya Boris Pasternak melukiskan hidup pelakunya yang
bernama Lara yang melambangkan Ibu Rusia. Pemerintah tirai besi Uni Soviet
melarang Pasternak menerima hadiah nobel, karena novel itu dianggap sebagai
potret Rusia yang tidak dikehendaki oleh pemerintah komunis.
Di Indonesia, Langit Makin Mendung
karya Ki Panji Kusmin, menjadi perkara, sehingga HB Jassin selaku Pimpinan
Redaksi majalah Horison yang memuat cerita pendek itu diajukan ke pengadilan
dan dinyatakan bersalah. Sementara Iwan Simatupang, sengaja menulis drama “RT 0
– RW 0” (sekalian dipentaskan oleh para mahasiswanya), dalam rangka memberi
kuliah tentang filsafat eksistensialis.
HUBUNGAN ANTARA SASTRA, SENI, DENGAN ILMU BUDAYA DASAR
Masalah sastra dan seni sangat erat
hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi – materi yang diulas oleh
ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni. Latar belakang IBD
dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah
sebagai berikut :
1. kenyataan
bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman
budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas
dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
2. Proses
pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif
dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya
sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .
3. kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia,
menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung
sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .
B. Ilmu Budaya Dasar Yang
Dihubungkan Dengan Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan
puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta
bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari
bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang".
Prosa Lama
Prosa lama merupakan karya sastra yang belum
mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat.
Adapun
bentuk-bentuk sastra prosa lama adalah :
·
Dongeng : Dongeng, adalah suatu cerita yang bersifat khayal.
·
Fabel, adalah cerita lama yang menokohkan binatang
sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang).
·
Mite (mitos), adalah cerita-cerita yang berhubungan
dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempunyai
kekuatan gaib.
·
Legenda, adalah cerita lama yang mengisahkan tentang
riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah.
·
Sage, adalah cerita lama yang berhubungan dengan
sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban
seseorang.
·
Parabel, adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap
moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan.
·
Dongeng jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku
orang bodoh, malas atau cerdik dan masing-masing dilukiskan secara humor.
·
Hikayat :
Hikayat, berasal dari India dan Arab, berisikan cerita kehidupan para dewi,
peri, pangeran, putri kerajaan, serta raja-raja yang memiliki kekuatan gaib.
·
Sejarah : Sejarah (tambo), adalah salah satu bentuk
prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita yang
diungkapkan dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Selain berisikan
peristiwa sejarah, juga berisikan silsilah raja-raja.
Prosa baru Meliputi :
• Roman, adalah bentuk prosa baru yang
mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman,
pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa
atau bahkan sampai meninggal dunia.
•
Novel, berasal dari Italia yaitu novella ‘berita’. Novel adalah bentuk prosa
baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling
menarik, dan yang mengandung konflik
• Cerpen adalah bentuk prosa baru yang menceritakan
sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik.
C. Nilai-Nilai dalam Prosa Fiksi
1. Memberikan hiburan.
2. Memberikan informasi yang bermanfaat yang
berhubungan dengan pemerolehan
nilai-nilai kehidupan.
3. Memperkaya pandangan atau wawasan kehidupan.
4. Pembaca dapat memperoleh dan memahami
nilai-nilai budaya dari setiap jaman yang
melahirkan cipta sastra itu sendiri.
5. Mengembangkan sikap kritis pembaca
D. Ilmu Budaya Dasar Yang
Dihubungkan Dengan Puisi
Puisi adalah
seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk
tambahan, atau selain arti semantiknya
Contoh:
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukkan ke dalam hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar